SANAK.ID, PELAIHARI – Upaya percepatan penanggulangan stunting di Kabupaten Tanah Laut kini semakin fokus pada pemberdayaan generasi muda sebagai garda terdepan. Hal ini ditegaskan dalam agenda Gerakan Aksi Remaja Keluarga Berkualitas yang mempertemukan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Selatan dengan DWP Kabupaten Tanah Laut di Aula Rakat Manuntung Hutan Jati, Selasa (10/03/2026).
Program strategis ini merupakan bentuk kolaborasi nyata bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPPA-KB). Fokus utamanya adalah memberikan perhatian khusus pada pemenuhan gizi bagi kalangan remaja, para calon pengantin, hingga ibu hamil di wilayah Bumi Tuntung Pandang.
Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan, Masrupah Syarifuddin, dalam arahannya meminta agar seluruh pengurus DWP di tingkat daerah tidak sekadar terjebak dalam kegiatan seremonial atau rutinitas arisan semata. Beliau mendorong adanya inovasi program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Masrupah juga menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara DWP Tanah Laut dengan organisasi wanita lainnya, seperti PKK dan GOW, guna menciptakan dampak yang lebih luas.
“Dharma Wanita saat ini dituntut untuk bangkit dan proaktif bekerja sama dengan instansi terkait. Saya berharap DWP di Tanah Laut mampu melahirkan inovasi kegiatan yang membawa manfaat nyata bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Ketua DWP Kalsel tersebut.
Menanggapi arahan tersebut, Ketua DWP Kabupaten Tanah Laut, Nor Aida Ismail Fahmi, menyambut positif kehadiran jajaran provinsi yang dianggap sebagai motivasi tambahan bagi pengurus di daerah. Menurutnya, remaja merupakan kelompok sasaran krusial karena mereka adalah pondasi masa depan bangsa.
Melalui gerakan ini, para peserta dibekali edukasi komprehensif mengenai bahaya pernikahan usia dini guna meminimalisir risiko kesehatan jangka panjang. Selain itu, materi mengenai kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi seimbang, serta penerapan pola hidup sehat menjadi poin utama edukasi untuk mencegah terjadinya gizi buruk sejak dini demi mencetak generasi yang cerdas dan kompetitif (SANAK.ID/ARIYANI).










